SATE MARANGGI


=Sate Maranggi adalah salah satu jenis kuliner khas Kabupaten Purwakarta yang biasanya terdiri dari potongan daging berbentuk dadu berukuran sekitar 1 cm.

=Jawa Barat terkenal dengan beragam kulinernya. 

Salah satu yang paling digemari yaitu Sate Maranggi, baik yang berasal dari Cianjur ataupun Purwakarta

Jika berkunjung ke Purwakarta, Sate Maranggi Hj Yetty Cibungur menjadi yang paling laris diburu masyarakat. 

Sementara di Cianjur, Sate Maranggi Sari Asih menjadi yang paling terkenal.

Salah satu perbedaan yang paling mencolok antara Sate Maranggi dan sate dari daerah lainnya adalah penggunaan daging sapi sebagai bahan utama.

=Namun ciri khas Sate Maranggi Cianjur disajikan dengan sambal oncom dan ketan bakar

=Umumnya, sate ini dibuat dengan menggunakan daging sapi atau kambing dan dihidangkan tanpa bumbu kacang sebagai bumbu satenya.

=Ada dengan sambal rawit merah, sambal oncom, dan ada juga yang menyajikannya dengan sambal kecap cabai rawit.

=Ciri khas sate ini adalah setiap tusuk satainya disajikan dengan sambal ulek kasar dari cabai rawit dan irisan tomat. 

=Selain itu, bumbu perendamnya juga cukup kuat dengan sentilan rasa ketumbar yang meresap hingga ke bagian dalam daging. 

=Sate khas Jawa Barat ini sering dibuat dalam dua versi, yaitu daging sapi dan daging kambing.

=Sebelumnya daging telah dimarinasi dengan berbagai bumbu sehingga hasil akhirnya relatif tidak membutuhkan tambahan bumbu cocolan.

=Ada yang menginginkan tambahan sambal kecap pedas untuk rasa yang lebih menggigit, cabai rawit, ataupun acar.

=Teknik memarinasi daging dengan rasa yang kaya dan manis ini konon mirip dengan dendeng.

=Menarik, mengingat banyak versi sate lainnya di Indonesia yang lebih mengandalkan bumbu oles ketimbang proses marinasi.

Pengempukan daging dilakukan dengan cara membungkus seluruh irisan daging dengan daun pepaya dan diamkan selama kurang lebih tiga jam. 

Setelah itu, irisan daging yang telah diisi kemudian diberi bumbu penyedap yang terdiri dari

gula merah dan garam. 

Prosesnya, gula merah dan garam dilumatkan hingga menyatu kemudian campur dan adukkan

ke dalam irisan daging hingga merata.

Sebagai pelengkap, Sate Maranggi biasa disantap dengan sambal tomat, sambal oncom, atau ketan bakar.

SEJARAH

Selain ada versi lain yang berasal dari Cianjur, konon juga yang pertama menciptakannya adalah seseorang bernama Mak Ranggi ratusan tahun yang lalu di Purwakarta.

Satu versi lainnya adalah akulturasi teknik kuliner Tiongkok yang diperkenalkan para pendatang di masa lalu.

Sate maranggi merupakan makanan khas sunda. 

Istilah maranggi sendiri dalam bahasa Sunda merupakan istilah petukangan, yakni “seorang ahli pembuat sarung keris

Kata "Maranggi" memiliki filosofi yang dikenal sebagai "Tiga Daging Setusuk" atau "Tri Tangtu" dalam bahasa Sunda. 

Filosofi ini melambangkan tekad, ucap, dan tindakan, mengandung makna yang mendalam dalam budaya Sunda.\

Bustomi Sukmawirdja atau disapa biasa Mang Udeng, telah berjualan Sate Maranggi sejak tahun 1962 di Kecamatan Plered

Informasi awal mula adanya penjual sate di Wanayasa datang dari seorang perempuan dengan nama panggilan Mak Unah.

Mak Unah menyebutkan telah berjualan sate sejak sekitar tahun 1970. 

Namun ia tidak lantas menamai dagangannya dengan nama Sate Maranggi. 

Beliau hanya menyebutkan Sate Panggang.

Namun dilihat dari jenis daging yang digunakan membuat kedua daerah tersebut dapat dikatakan sebagai awal mula adanya Sate Maranggi di Kabupaten Purwakarta.

Bisa dibilang, Wanayasa merupakan “pencipta” dari Sate Maranggi dengan menggunakan bahan dasar daging domba, sedangkan Plered merupakan “pencipta” Sate Maranggi dengan menggunakan bahan dasar daging sapi dan kerbau.

PROSES PENGOLAHAN

Untuk membuat sate maranggi, langkah pertama adalah merendamnya dengan bumbu-bumbu agar meresap. 

Bumbu yang digunakan terdiri dari jahe, ketumbar, kunyit, lengkuas, sedikit cuka untuk memberikan rasa asam alami, dan sedikit air panas.

TANPA SIRAMAN BUMBU KACANG

Berbeda dengan sate biasa, bumbu Sate Maranggi tidak menggunakan bumbu kacang. 

Hal tersebut terjadi karena proses marinasi yang sudah dilakukan membuat bumbu-bumbu meresap dengan sempurna.

Meskipun tanpa menggunakan saus pendamping atau tambahan, rasa sate yang satu ini tidak perlu diragukan lagi.

SAE TERENAK VERSI KEMENPAREKRAF

Pada tahun 2022 lalu, Kemenparekraf memilih Sate Maranggi sebagai salah satu kuliner terenak. 

Hal ini tentu bukan karena alasan. 

Potongan daging sapinya yang tebal berbentuk dadu membuat sate ini terasa nikmat saat disantap.

Selain itu, bumbu-bumbu yang meresap memadukan rasa manis dan gurih yang sempurna.

BUMBU ACAR 

Bumbu acar ini terbuat dari campuran irisan tomat, daun kemangi, cabe rawit, bawang merah, dan kecap

CARA MASAK

1.Bungkus daging yang sudah dipotong dadu menggunakan semua daun pepaya. 

Lalu, diamkan selama 30 menit agar empuk.

2.Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe dan lengkuas.

3.Panaskan minyak dengan api sedang. 

Lalu, tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum dan matang.

4.Campur daging dengan bumbu yang sudah ditumis, tambahkan air asam jawa, lada, Royco Kaldu Sapi, sedikit minyak dan gula merah. 

Aduk hingga tercampur rata, lalu diamkan 1 jam hingga bumbu meresap.

5.Tusuk sate dengan tusukan sate.

6.Bakar sate menggunakan grilling pan. 

7.Oleskan Kecap Bango Manis Pedas Gurih ke atas daging dan bakar terus hingga matang.

8.Sajikan Sate Maranggi dengan taburan bawang merah dan ditemani sambal kecap.

PORSI

4 PORSI

Bahan utama

500 g daging sapi

5 lembar daun pepaya

1 sdm gula merah

2 sdm air asam jawa

5 sdm Bango Kecap Manis Pedas

½ sdt Royco Kaldu Sapi

½ sdt lada bubuk

2 sdm minyak sayur

Bumbu halus

2 bawang putih bawang putih

5 butir bawang merah

1 cm jahe

1 cm lengkuas

1 sdt butiran ketumbar

Bahan pelengkap

5 sdm Bango Kecap Manis Pedas

2 sdm bawang merah goreng

8 PORSI

Bahan utama

1000 g daging sapi

10 lembar daun pepaya

2 sdm gula merah

4 sdm air asam jawa

10 sdm Bango Kecap Manis Pedas

1 sdt Royco Kaldu Sapi

1 sdt lada bubuk

4 sdm minyak sayur

Bumbu halus

4 bawang putih bawang merah

10 butir bawang merah

2 cm jahe

2 cm lengkuas

2 sdt butiran ketumbar

Bahan pelengkap

10 sdm Bango Kecap Manis Pedas

4 sdm bawang merah goreng


Comments